Tampilkan postingan dengan label BERITA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BERITA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 April 2017

Geger !! Kutip Ahli Dari Ahok Dan Bantah Ahli Sendiri, Pakar Hukum Pidana Prof Mudzakir : Sikap JPU Aneh Dan Janggal



Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyebut tak ditemukan unsur niatan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menistakan agama melalui pidatonya di Kepulauan Seribu. Padahal, ahli yang dihadirkan JPU menyatakan Ahok memilik niatan itu.

Kutip Ahli Dari Ahok Dan Bantah Ahli Sendiri, Pakar Hukum Pidana Prof Mudzakir : Sikap JPU Aneh Dan Janggal


Pakar Hukum Pidana dari Universitas Islam Indonesia (UII) Mudzakir mengatakan, soal unsur niatan dan kesengajaan, seharusnya JPU mengutip setiap keterangan saksi ahli yang dihadirkannya di persidangan dugaan kasus penistaam agama itu. 

Dari semua saksi itu, bisa dilihat adanya unsur kesengajaan yang dilakukan Ahok dalam menistakan agama.

"Makanya, ini ukuran niat dari JPU itu seperti apa? Secara niat, mana ada pembunuh mengaku melakukan perbuatannya secara sengaja," ujarnya saat dihubungi SINDOnews, Minggu (23/4/2017).

Maka itu, kata dia, untuk membuktikan niat itu dihadirkanlah saksi ahli. Namun, dia heran, ahli yang dihadirkan JPU menyebutkan ada niat dan kesengajaan itu. Namun dalam tuntutannya, JPU malah menyebutkan tak ada niatan Ahok menistakan agama.


"Kalau begitu, JPU mengutip ahlinya dari pihak terdakwa. JPU membantah ahli dari penyidik, ahli dari JPU sendiri. Aneh ini jadinya toh." 

"Penyidik kan melempar ini ke kejaksaan, lalu dilempar ke pengadilan. Mestinya, (JPU menilai) kalau sudah seperti itu, apa yang sudah dibuat penyidik sudah terbukti. Nah ini, ternyata JPU malah berbeda, ini tentu mengundang keanehan dan kejanggalan," katanya. 

Kamis, 23 Februari 2017

HEBAT !! PANGLIMA TNI GATOT MINTA ULAMA DOAKAN TNI KUAT JAGA "NKRI" AYO BAGIKAN..!



JAKARTA - Panglima TNI Jenderal Pol Gatot Nurmantyo menyatakan apresiasinya atas peran serta para ulama dalam demo Bela Islam II, Jumat (4/11) lalu.


Walaupun para pendemo diprovokasi untuk berbuat anarkis, namun mereka tidak terpengaruh sama sekali, sehingga demonstrasi yang diikuti ribuan umat muslim di Jakarta dan kota-kota besar di Indonesia dapat berjalan dengan aman, tertib dan damai.

HEBAT !! PANGLIMA TNI GATOT MINTA ULAMA DOAKAN TNI KUAT JAGA "NKRI" AYO BAGIKAN..!

Hal tersebut dikatakan  Gatot saat berdialog dengan beberapa ulama dari banyak daerah, di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, tadi malam (Sabtu, 5/11).
“Saya sebagai umat Islam tahu betul bahwasanya saudara-saudara muslim saya yang melaksanakan demo kemarin adalah orang-orang baik yang berangkat dari masjid-masjid untuk menyampaikan aspirasinya,” kata Gatot.
Menurut Gatot, dunia internasional mengakui Islam di Indonesia yang demokratis dan dikenal dengan Rahmatan Lil Alamin. Gatot juga menyampaikan, sesuai instruksi Presiden Jokowi, dirinya bersama Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian ditugaskan untuk mengamankan jalannya demonstrasi tersebut agar terhindar anarkis dan tidak ditunggangi oleh kepentingan tertentu.
“Pada saat mengamankan jalannya demonstrasi, saya selaku Panglima TNI telah menegaskan kepada para prajurit yang berhadapan langsung dengan para pendemo, tugasmu adalah melindungi semuanya, namun apabila ada para pendemo yang melakukan anarkis bahkan radikal, maka yang kamu lindungi adalah rakyat Indonesia yang lebih besar, jangan sampai terkena dampak dari demo yang anarkis dan radikal tersebut,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Gatot memohon doa dan dukungan dari para ulama agar TNI semakin kuat melindungi bangsa ini, serta sebagai pengayom masyarakat demi tetap tegaknya NKRI.
“Apabila ulama dan umaroh baik, maka baiklah negara ini, namun apabila ulama dan umaroh tidak baik, maka tinggal menunggu kehancuran suatu bangsa,” kata KH Zailani Imam yang turut hadir dalam pertemuan itu.
Dialog antara Panglima TNI dengan para ulama tersebut diikuti oleh beberapa pimpinan pondok pesantren, diantaranya Ponpes Babakan dan  Buntet Cirebon, Al-Huda Aceh Besar, Al-Mustakinia Bogor, dan Majelis Rosululloh serta Lembaga Islam An-Nahar. Dialog ditutup dengan pembacaan doa  oleh kiai Muhtadi Dimyati dari Ponpes Raudatul Ulum Cidahu, Cadasari, Pandeglang, Banten.(ts/rmol)

sumber: http://www.pribumi.win

Joss Banget Kata Ahok: Penak Zamanku Toh Jadi Gubernur ?

Sorak-sorai ribuan warga yang menghadiri peresmian RPTRA Kalijodo pecah saat mendengar Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mencoba berbahasa dan logat Jawa.

Ahok mengaku sengaja belajar Bahasa Jawa agar dapat meniru gaya bicara lembut suku Jawa.



Joss Banget Kata Ahok: Penak Zamanku Toh Jadi Gubernur ?


"Marah-marah itu dulu. Sekarang enggak marah-marah lagi. Sekarang bicaranya nuwun sewu (permisi). Kalau malam saja ketemu orang, ngomong sugeng ndalu," kata Ahok di kawasan Kalijodo, Jakarta Barat, Rabu (22/2/2017).

Dia pun mengenalkan dirinya yang baru dengan sapaan Basuki bukan Ahok lagi. Dia percaya, dengan nama Basuki, tidak lagi mudah marah. "Dulu Ahok (marah-marah), sekarang Basuki beda," ucap Ahok.

"Saya lagi belajar bahasa Jawa, ngomongnya lebih pelan. Doakan saya jadi Basuki beneran," tambah dia.

Warga yang berdesak-desakan pun semakin ramai saat Ahok dengan nada bercanda menyatakan warga Jakarta lebih enak saat dia menjadi Gubernur DKI.
"Penak zamanku toh jadi gubernur? Iso tuku ( bisa beli ) daging murah Rp 35 ribu, sakit ora bayar," kata Ahok.


Adapun yang dimaksud Ahok daging murah adalah kebijakan pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang dapat membeli daging sapi seharga Rp 35 ribu per kilogram. Sedangkan, berobat gratis yang dimaksud Ahok adalah pengobatan gratis di puskesmas dan RSUD kelas III.

sumber : liputan6.com


Dahsyat !! Prabowo Hantam AHOK : Hanya Warga Bodoh yang Pilih Ahok, Gagal Kelola Jakarta dan Cuman Numpang Jokowi



Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto berkomentar mengenai dukungan warga jakarta dalam mendukung Ahok. 

Menurutnya hanya kebodohan warga jakarta dalam memilih pemimpin lah yang bisa membuat Ahok jadi Gubernur atau adanya  kekuatan besar yang secara masif memaksakan demi kepentingan mereka di jakarta.



Dahsyat !! Prabowo Hantam AHOK : Hanya Warga Bodoh yang Pilih Ahok, Gagal Kelola Jakarta dan Cuman Numpang Jokowi


Sejarah telah menjelaskan siapa dan bagaimana perjalanan suram Ahok dalam menuju hawa nafsunya untuk berkuasa. Keberuntungan itu ia peroleh pun hasil dari numpang bersama Jokowi  sebagai wagub DKI.

Ahok di untungkan dengan terpilihnya Jokowi menjadi Presiden dan secara aturannya memang seharusnya cagublah yang menggantinkan posisi gubernur di saat ditinggalkan oleh Jokowi.


Jelas Ahok terangkat menjadi gubernur adalah karena Numpang dengan Jokowi bukan karena dia yang mencalonkan diri menjadi gubernur.

Tepatnya Gubernur Cipratan Jokowi Atau Dapat Durian runtuh saja. Seandainya saat ini Ahok menjadi Gubernur menurutnya ini sebuah kebodohan yang berlebihan dari warga jakarta.

“Logikanya masyarakat Jakarta kan gak kebangetan bodohnya ya.”ucapanya melalui facebook
Berikut postingan lengkap pada wall pribadinya:

“buat saya sangat ANEH,bila ahok yang saat pilkada .....- di Bangka Belitung tidak terpilih- di Sumut gagal nyalon- di Jakarta numpang Jokowi


lalu BISA TERPILIH jadi wakil gubernur, dan jadi gubernur karena Jokowi jadi presiden.
lalu (amit-amit) bila nanti dia bisa jadi gubernur, itu mungkin karena :

1. masyarakat Jakarta lebih bodoh daripada masyarakat Babel dan Sumut, atau 
2. KARENA ADA KEKUATAN BESAR, yang ingin memaksakan kepentingannya di Jakarta. Bahkan di Indonesia

Rabu, 22 Februari 2017

Kapolri: Yang Dilaporkan Oleh Antasari Adalah Pihak Polri, Bukan Pak SBY.




Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menegaskan bahwa yang dilaporkan Antasari Azhar adalah pihak penyidik Polri, bukan Susilo Bambang Yudhoyono. Bahkan, Kapolda Metro Jaya, Irjen M Iriawan termasuk yang dilaporkan.



Kapolri: Yang Dilaporkan Oleh Antasari Adalah Pihak Polri, Bukan Pak SBY.




Jawaban tersebut menanggapi pernyataan dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari fraksi Demokrat, Benny Kabur Harman saat Raker Polri dengan Komisi III, di Ruang Rapat Nusantara II, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (22/2/2017).

"Khusus kasus Antasari, kami keberatan kalau disebut ada main mata atau pembiaran. Justru Pak Antasari ke Mabes Polri untuk melaporkan anggota polri, termasuk kapolda metro, bukan pak SBY," kata Tito.

Diketahui saat kasus Antasari beberapa tahun lalu, M Iriawan menjabat sebagai Dirkrimum Polda Metro Jaya. Menurut Tito, Antasari melaporkan penyidik dengan dugaan pelanggaran pasal 318 KUHP.

Dalam kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen ini, Tito membeberkan kejanggalan yang dilaporkan Antasari.

"Kenapa pakaian Nasrudin tidak dijadikan barang bukti. Kenapa dikatakan tiga tembakan tapi kenyataannya dua tembakan," kata mantan Kadensus ini.

Kejanggalan lain adalah tentang SMS misterius yang disebutkan dikirim dari nomor handphone Antasari Azhar kepada bos PT Putra Rajawali Banjaran itu. Bahkan dalam persidangan bukti SMS itu tidak pernah ditunjukkan.

"Kemudian dikatakan ada SMS, tapi SMS itu tidak pernah ada. Di persidangan SMS itu data recordnya tidak pernah ada," jelas jenderal bintang empat tersebut. 


sumber : detik.com


Mengejutkan !! Anggota DPRD DKI Fraksi PPP, PAN Dan PKB DKI Dukung Anies-Sandi


Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga Anies Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno hari ini mendapatkan tambahan dukungan. 

Kali ini giliran anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) wilayah DKI Jakarta yang datang mendeklarasikan dukungannya.


 Mengejutkan !! Anggota DPRD DKI Fraksi PPP, PAN Dan PKB DKI Dukung Anies-Sandi


Anggota fraksi PAN dan PPP DPRD DKI itu mendatangi langsung posko pemenangan Anies-Sandi di Jalan Cicurug, Menteng, Jakarta Pusat untuk mendeklarasikan dukungan. 

Saat deklarasi tersebut, fraksi PPP diwakili oleh anggota DPRD Nina Lubena, sementara PAN diwakili oleh anggota DPRD Bambang Kuswanto.

"Mewakili PPP kami Insya Allah mendukung paslon Anies-Sandi dan siap memenangkan Anies-Sandi. Semoga perjuangan kita diridhai Allah. Semoga di sini bukan hanya mendukung tapi juga memilih Anies-Sandi," ujar Nina di posko pemenangan Anies-Sandi, Jl Cicurug, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (22/2/2017).

Hal senada juga disampaikan oleh Bambang. Dia menyampaikan bahwa PAN DKI memiliki komitmen untuk mendukung Anies-Sandi.

"Saya kebetulan mewakili PAN DKI memang sudah menjadi komitmen kita untuk mendukung Anies-Sandi. Semoga Anies-Sandi menjadi Gubernur DKI," katanya.

Dukungan juga datang dari anggota DPRD fraksi PKB Abdul Aziz dan Amad Ruslan. Tiba di posko pemenangan Anies-Sandi sekitar pukul 15.00 WIB Aziz dan Ruslan langsung. Mereka berdua disambut oleh wakil ketua tim
Aziz menyebut dukungan yang diberikan kepada pasangan calon nomor urut 3 ini adalah sebuah romantisme yang terulang. Dia menyebut dari awal sebenarnya sudah mendukung calon wakil Gubernur nomor urut 3 Sandiaga Salahuddin Uno.

"Insya Allah kami bersama-sama bang Taufik mendukung Anies-Sandi. Buat kami PKB, ini adalah romantisme yang terulang, karena awalnya kami mendukung Sandiaga Uno, alhamdulillah hari ini bisa bersama-sama lagi," ujarnya di posko pemenangan Anies-Sandi, Jl Cicurug, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (22/2/2017).

Atas dukungan yang diberikan tersebut, wakil ketua tim pemenangan Anies-Sandi, M Taufik menyampaikan terima kasih. Dia menyebut dukungan tersebut merupakan koalisi kekeluargaan.

"Pertama-tama kami dari Gerindra dan PKS menyampaikan terimakasih kepada PAN, PKB, PPP, dan Demokrat insya Allah sudah ketemu tinggal menunggu komunikasi dengan Pak SBY. Sebetulnya ini keluarga besar ini enam partai. Memang keluarga sampai kapan pun ketemu lagi. Kami berawal dari koalisi kekeluargaan, PDIP hilang jadi sisa enam kemudian pecah lagi tapi kembali lagi sama-sama. Emang itu jalan Allah," tuturnya.


Sebagai simbol penerimaan dukungan tersebut, M Taufik memberikan kaus Anies-Sandi yang pada sisi kanan kaus bertuliskan nama pasangan calon nomor urut 3 tersebut, sementara disebelah kiri terdapat lambang partai. 

Selain itu, hari ini anggota DPRD fraksi PKB juga direncanakan akan mendeklarasikan dukungan di posko kemenangan Anies-Sandi.

sumber : detik.com

Kabar Update !! Menteri Susi: Jakarta Banjir Enggak Aneh.. Wong Sungai Dilurusin dan Ada Reklamasi



Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyebut banjir di Jakarta bukan hal yang aneh bila dilihat dari kacamata lingkungan hidup. Dengan gaya satire, Susi menyebut ada banjir dalam program rancang bangun Ibu Kota.

"Kalau kita orang lingkungan hidup dengan (melihat) pembangunan Jakarta ini terutama tata kelola air, kita sih bilang Jakarta banjir ya tidak aneh. Wong the way it's designed and constructed right now, it's a flood in program," kata Susi dalam diskusi tentang reklamasi di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa.


Kabar Update !! Menteri Susi: Jakarta Banjir Enggak Aneh.. Wong Sungai Dilurusin dan Ada Reklamasi


Susi mencontohkan beberapa hal yang membuatnya berkata demikian. Menurutnya, air dari hulu dipercepat alirannya sementara hilirnya dijauhkan.

"Sungai diluruskan, ditanggul, jadi air tidak ke mana-mana. Kencang dari hulu ke hilir, nah di pinggir di-reklamasi. Jadi air dipercepat turun ke bawah, pantainya dijauhin. It's flood in project. Bukan membendung, mempercepat air hulu, lalu memperlambat air keluar dari daratan Jakarta. Tadi Prof Emil (Salim) menerangkan bahwa Jakarta terlalu banyak penyedotan air tanah sehingga banyak pori-pori keropos sehingga air laut masuk. Jadi dua-dua. 

Satu banjir dari naiknya air laut, kedua cepatnya turun dari hulu karena dipercepat, penyodetan, pelurusan. Jadi tidak ada komprehensif pembangunan water set di mana DAS (daerah aliran sungai) diperbaiki, sungai direnaturalisasi, dikembalikan belok-belok supaya lambat lagi," jelas Susi.

"Karena kalau dilurusin erosinya juga akan lebih kencang. Sedimentasi tidak keluar karena kanan kirinya ditanggul. Jadi ke mana itu lumpur? Yang menaikkan permukaan dasar sungai. Permukaan dasar sungai naik, memangnya air berkurang setiap tahun? Tidak. Air tetap sama tiap tahun datangnya. Tapi permukaan dasar sungai naik berarti daya tampung air kurang. Tanggulnya ditinggiin, satu saat tidak kuat, jebol, banjir bandang. Itu yang terjadi," tegas Susi menambahkan.



Usai menyampaikan pendapatnya itu, Susi menyebut pernyataannya tersebut bukanlah sebagai seorang menteri tetapi sebagai pribadi yang peduli pada lingkungan. Dia pun menyoroti reklamasi di Teluk Jakarta yang menurutnya malah menambah masalah karena bendungan untuk menyimpan kelebihan air di Jakarta belum jadi.

"Itu satu pendapat saya sebagai orang yang peduli kepada lingkungan, bukan sebagai menteri, komentar saja tentang Jakarta banjir," kata Susi.

"Saya dengarnya mau bangun bendungan, bendungannya belum jadi, bendungan kan untuk menyimpan kelebihan air Jakarta. Untuk ditampung sebagai salah satu air minum, air tawar Jakarta. Tetapi bendungan belum jadi, pulau-pulau reklamasi sudah terjadi. Jadi ya tempat airnya ke mana?" ucap Susi.

Susi lantas menyoroti masalah reklamasi sesuai dengan kewenangannya sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan. Menurut Susi, kementerian yang dipimpinnya memiliki wewenang untuk mengeluarkan izin pelaksanaan setelah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan membuat analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) yang komprehensif.

"Di situ pun kami masih bisa berikan catatan-catatan, memberikan disposisi-disposisi tambahan bila diperlukan. Sekarang persoalannya adalah jadi yang betul rencana yang dipakai negara ini yang mana, ini juga yang bikin saya bingung terus terang aja. 


Mendengar Prof Emil bahwa negara ini menginginkan sebuah Teluk Jakarta untuk menambah satu ruang publik. Kedua untuk penanganan sedimentasi Jakarta dan korosifnya air tanah Jakarta supaya lebih baik. Kemudian tapi sekarang ini adalah pulau-pulau yang dibangun yang saya lihat kepentingannya berbeda," ujar Susi.

"Jadi untuk kita sebetulnya dikembalikan lagi tiga hal tadi yang diarahkan Presiden itu harus betul jadi patokan kita bersama. Dan go dan tidak go tentu komprehensif amdal dari Bu Siti Nurbaya. Jadi saya pikir sudah betul bahwa urusannya yang misalnya urusan Jakarta ini dibawa satu proyek yang ditangani pusat dan presiden juga pesan harusnya menjadi government driven bukan private driven," pungkas Susi.

sumber : detik.com

Mantap !! Sebagian Besar Anggota DPRRI Sepakat Agar Ahok Ditahan.. Ayo Bagikan..


DPR Fadli Zon meminta aparat penegak hukum tidak mengistimewakan terdakwa kasus penistaan agama Ahok. Seperti diketahui, meski telah menjadi terdakwa Ahok hingga kini tidak ditahan.  



Mantap !! Sebagian Besar Anggota DPRRI Sepakat Agar Ahok Ditahan.. Ayo Bagikan..


Fadli mengingatkan, Gubernur DKI Jakarta nonaktif Ahok tengah tersandung kasus penistaan agama dan kini statusnya telah menjadi terdakwa.

"Seharusnya kalau status orang sudah menjadi terdakwa apapun alasanya harusnya ditahan. Jadi tidak ada alasan lagi untuk tidak ditahan. Demi keadilan Ahok harus ditahan," ujar Fadli Zon di Gedung Parlemen DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (11/1/2017).

Waketum Partai Gerindra ini menuturkan, status Ahok yang tidak dilakukan penahanan bisa membuat masyarakat menilai jika pemerintah ataupun penegak hukum memperlakukan Ahok secara istimewa.

"Rakyat kita ini menilai dan kita sudah ada di era informasi yang sangat terbuka. Jangan sampai masyarakat menilai ada perlakuan istimewa, jangan sampai ada perlakuan berbeda," pungkasnya

Sumber:infoaktual

Heboh !! Warga Rawa Bebek Cakung, Kembali Bongkar Kebohongan Ahok! Soal Apalagi Itu?

Kebohongan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok kembali terbongkar. Kali ini yang berani menguaknya adalah warga Rawa Bebek, Cakung, Jakarta Timur. Gubernur penista agama itu berdusta soal harga air bersih di rumah susun sederhana (rusunawa).

Saat debat calon gubernur- wakil gubernur pada 27 Januari lalu, Ahok mengatakan bahwa saat ini air bersih yang dijual ke warga sudah murah yakni hanya Rp 1.050 per kubik. Namun itu dibantah.


Heboh !! Warga Rawa Bebek Cakung, Kembali Bongkar Kebohongan Ahok! Soal Apalagi Itu?


"Kalau di media kayaknya enak bener, ngomong begini-begini, semuanya baik-baik. Itu yang kemarin warga komplain. Di debat dia ngomong pembayaran air Rp 1.200. Faktanya di sini kami bayar Rp 5.500. Jadi yang bohong siapa?" kata Ketua RW 17, Muhammad Rais seperti dikutip dari kompas.com

Rais menceritakan saat pertama kali tiba di Rusunawa Rawa Bebek, sumber air bersih yang dipasok untuk warga berasal dari sumur bor. Dia menyebut instalasi air PAM baru terpasang setelah warga mengeluhkan kondisi air dari sumur bor yang dinilai tidak layak pakai.

Kepada pengelola, Rais menyatakan bahwa kondisi tersebut berbeda dengan saat mereka masih tinggal di Pasar Ikan. Karena di tempat tinggal yang lama, pasokan air bersih berasal dari air PAM.
"Kami digusur dari Pasar Ikan karena dianggap sampah masyarakat, dianggap pembohong, menduduki tanah negara, terus dikasih air seperti ini, maaf-maaf kata, kami punya air PAM dan (airnya) tidak kuning begini," kata Rais.

Pernyataan Rais dibenarkan oleh warga. Menurut Effendi (69), setiap bulannya keluarganya bisa menghabiskan sekitar 14-15 kubik air bersih.

"Setiap bulannya habis Rp 75.000," kata pria yang juga berasal dari Pasar Ikan itu.


RW 17 adalah RW yang membawahi enam RT di Rusunawa Rawa Bebek. Rusunawa Rawa Bebek saat ini menjadi tempat relokasi bagi warga yang digusur dari Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara; dan bantaran kali Ciliwung di Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan. (Postmetro)

Jumat, 17 Februari 2017

Seperti Apa Manuver Politik di Putaran Kedua Pilkada DKI Jakarta? Ini Prediksinya

Pemilihan Gubernur DKI Jakarta hampir dipastikan terjadi dalam dua putaran setelah hasil dari sejumlah lembaga survey memunculkan dua kandidat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno sebagai peraih suara terbanyak.
Menurut Pengamat Politik Univeristas Padjajaran, Muradi, ada tiga persyaratan utama untuk menjadi juara dalam Pilgub DKI putaran kedua nanti.

Seperti Apa Manuver Politik di Putaran Kedua Pilkada DKI Jakarta? Ini Prediksinya

Yang pertama adalah, partai-partai pendukung pasangan nomor satu Agus Harimurti Yudhoyono - Sylviana Murni harus diajak bergabung, lantaran bisa menjadi mesin pendulang suara yang relatif efektif
Yang kedua, soal isu agama tidak lagi laku untuk diangkat kembali, kemenangan Ahok-Djarot di atas 40 persen versi quick count lembaga survey, membuktikan, jika persepsi Ahok sebagai penistaan agama tidak terjadi. Jadi bisa dipastikan, Isu agama dan ras tidak lagi berlaku.
"Jadi, jika ingin Anies-Sandiaga mengalahkan Ahok, harus bekerja keras membuat formula baru menggaet suara serta merasionalisasi program-program yang ditawarkan, tidak lagi hanya sebatas program mengawang-awang," ujarnya.
Dan ketiga, adalah soal elit politik di lingkaran kedua pasang kandidat yang harus bisa menahan diri untuk tidak terlalu banyak ambil bagian.
"Biarkan pasangan calon mengkampanyekan tanpa ada embel-embel tokoh politik dibelakang. Memeprkuat boleh, tapi sebagai yang utama lebih baik jangan," ujarnya.
Kata Muradi, Pilgub DKI Jakarta memang bisa dibilang rasa pilpres, di putaran kedua nanti, ada nama Megawati Soekarnoputi di belakang Ahok-Djarot dan Prabowo Subianto di pasangan Anies-Sandiaga.
"Menurut saya, keduanya harus bisa belajar dari kekalahan Agus-Sylviana, dimana figur Agus menghilang ketika sosok Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) muncul ke publik, dan hal itu menjadi blunder hingga akhirnya mengakibatkan Agus tidak bisa meraup suara bahkan hingga 20 persen," ujarnya.
Soal ke mana partai pendukung Agus-Sylviana akan merapat, Muradi memprediksi tiga partai PKB, PPP dan PAN kemungkinan besar akan berbalik mendukung Ahok-Djarot dan Demokrat ke Anies-Sandiaga.
Alasannya, PKB, PPP dan PAN akan lebih nyaman dengan pola interaksi partai pendukung Ahok, meskipun PDI pemilik suara terbanyak namun tidak tampil dominan dibanding Gerindra di kubu Anies-Sandiaga.
Selain itu, soal isu agama Anies Baswedan yang dikaitkan dengan Syiah bisa menjadi faktor penghadang ketiga partai untuk bergabung, di sisi lain, sosok Djarot yang dengan dengan NU bisa menjadi nilai plus.
"Walaupun nantinya, bisa saja terjadi kubu PAN akan membelah diri mendukung Ahok-Djarot dan Anies-Sandiaga," ujarnya.
Sementara Demokrat, tidak lagi memiliki kekuatan membangun gerbong politik baru, dan mau tidak mau bergabung dengan Gerindra mendukung Anies-Sandiaga, lantaran selama ini Demokrat lebih banyak kontra dengan PDIP.
Jika sudah begini, secara kalkulasi bisa saja Ahok-Djarot memiliki peluang besar untuk memenangkan pertarungan putaran kedua.
Apalagi saat ini, perbedaan suara dengan Anies-Sandiaga sekitar 3-4 persen, belum nantinya bakal ditambah sumbangan suara dari partai pendukung yang akan bergabung.